Category: Penyakit

Cara Memberhentikan Penyebab Jantung Berdebar

Cara Memberhentikan Penyebab Jantung Berdebar

Apakah Anda pernah merasa jantung Anda berdebar atau berdebar lebih cepat dari biasanya? Seperti jantung Anda berdetak sangat kencang serta Anda merasakan denyut nadi pada leher dan dada. Anda mungkin mengalami palpitasi jantung. Mereka mungkin berlangsung hanya beberapa detik dan penyebab jantung berdebar mereka dapat terjadi kapan saja.Hal ini ketika Anda berbaring, bergerak, atau duduk.atau berdiri. 

Tidak semua kasus dengan jantung berdetak kencang memiliki kondisi jantung yang bermasalah. Jantung berdebar kencang bisa diakibatkan dari olahraga, stres, sakit, atau dehidrasi. 

Penyebab lain mungkin termasuk:

  • kehamilan
  • kafein
  • kondisi medis lainnya
  • obat-obatan tertentu
  • obat-obatan ilegal
  • produk tembakau

Teruslah membaca untuk mempelajari enam cara Anda dapat mengelola palpitasi jantung di rumah, kapan Anda harus menemui dokter, dan tips untuk jantung yang sehat.

Cara menghentikan jantung berdebar

Anda dan dokter Anda telah mengesampingkan penyebab palpitasi yang serius. Tetapi Anda masih ingin jantung Anda yang berdebar-debar untuk beristirahat.

Sayangnya, tidak ada tombol mati untuk jantung berdebar. Tetapi Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk mencegahnya terjadi.

1. Lakukan teknik relaksasi

Stres bisa menjadi penyebab terjadinya efek yang buruk pada kesehatan Anda. Ini dapat menyebabkan palpitasi atau memperburuknya.

Mungkin membantu untuk mencoba teknik relaksasi berikut:

  • meditasi
  • pernapasan dalam
  • membuat jurnal
  • yoga
  • menghabiskan waktu di luar ruangan
  • berolahraga
  • mengambil istirahat sejenak dari pekerjaan atau sekolah

2. Lakukan manuver vagal

Saraf vagus mempunyai berbagai fungsi seperti menghubungkan otak pada jantung.  Manuver vagal merangsang saraf vagus, serta bisa menolong untuk mengatur detak jantung cepat. Melakukan tindakan untuk merangsang saraf vagus di rumah perlu persetujuan dokter dahulu. 

Cara Anda dapat merangsang saraf yaitu:

  • Mandi dengan air dingin, lakukan percikkan air dingin ke wajah Anda, kemudian oleskan handuk dingin ke wajah selama 20 hingga 30 detik. Kejutan air dingin bisa membantu merangsang saraf. 
  • Ucapkan kata “Om” atau batuk dan muntah.
  • Tahan napas seperti sedang buang air besar.

Agar hasil baik lakukan manuver dengan berbaring telentang, dokter akan memberitahu cara melakukannya. 

3. Kurangi atau hilangkan asupan stimulan

Gejala dapat menjadi nyata setelah menggunakan stimulan.

Berikut ini mengandung stimulan:

  • produk tembakau
  • obat-obatan ilegal
  • beberapa obat flu dan batuk
  • minuman berkafein seperti kopi, teh, dan soda
  • penekan nafsu makan
  • ganja
  • beberapa obat kesehatan mental
  • beberapa obat tekanan darah tinggi

Tidak semua stimulan akan menyebabkan jantung berdebar pada setiap orang.

4. Minum air

Dehidrasi dapat menjadi penyebab jantung berdebar, yaitu karena darah Anda mengandung cairan, Apabila Anda mengalami dehidrasi maka darah akan jadi kental. Jika darah semakin mengental, maka jantung akan bekerja keras untuk memindahkannya melalui pembuluh darah. Maka membuat denyut nadi meningkat serta membuat palpitasi. 

Apabila merasa nadi menjadi naik, ambil segelas air untuk diminum. Jika terlihat urin Anda berwarna kuning gelap, maka Anda harus lebih banyak minum agar mencegah palpitasi.

5. Jaga keseimbangan elektrolit

Elektrolit merupakan molekul yang didapatkan pada seluruh tubuh agar membantu mentransfer listrik ke tubuh. Berbagai sinyal penting berperan untuk mengatur detak jantung. Anda bisa meningkatkan elektrolit dengan mengonsumsi makanan dengan kaya akan:

Diet dengan normal dapat menjadi sumber natrium.

Makanan berikut ini memiliki kandungan potasium yang tinggi:

  • kentang
  • pisang
  • alpukat
  • bayam

Produk susu dan sayuran berdaun hijau gelap kaya akan kalsium. Magnesium juga ditemukan dalam sayuran ini, serta kacang-kacangan dan ikan.

Anda mungkin ingin mengonsumsi nutrisi dengan dibantu mengonsumsi suplemen. Anda harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba suplemen apapun, terutama jika mereka juga mengonsumsi obat resep.

6. Hindari stimulan

Ada berbagai zat yang bisa Anda miliki dengan jantung dengan cepat. Melakukan dengan menghilangkan rutinitas harian bisa mengurangi atau menghentikan gejala Anda termasuk:

  • minuman dan makanan berkafein
  • produk tembakau atau ganja
  • alkohol berlebihan
  • obat flu dan batuk tertentu
  • penekan nafsu makan
  • obat-obatan yang digunakan untuk mengobati penyakit mental
  • obat darah tinggi
  • obat-obatan terlarang seperti kokain, speed, atau methamphetamines

Pemicu Anda sendiri kemungkinan akan unik untuk Anda. Coba untuk membuat daftar apa yang Anda konsumsi yang menyebabkan jantung Anda berdebar.Jika memungkinkan, hindari item apa pun yang menurut Anda dapat menyebabkan gejala Anda dan lihat apakah gejala Anda berhenti. Bicaralah dengan dokter Anda jika Anda berpikir obat resep apa pun dapat menyebabkan gejala Anda.

Kapan harus ke dokter?

Temui dokter jika palpitasi jantung cenderung berlangsung lebih lama dari beberapa detik. Dokter akan menentukan apa yang menyebabkan palpitasi. Kondisi ini biasanya meliputi:

  • penyakit jantung
  • masalah tiroid
  • kecemasan
  • gagal jantung
  • penyakit katup jantung

Penyebab lain dari jantung berdebar-debar meliputi:

  • Latihan
  • menekankan
  • dehidrasi
  • penyakit
  • beberapa obat
  • penggunaan obat-obatan terlarang
  • kehamilan
  • kafein
  • penggunaan tembakau
  • asupan alkohol yang berlebihan

Beberapa obat resep dapat menyebabkan jantung berdebar. Selain itu, apabila Anda pernah mengalami serangan jantung bisa juga mengalami palpitasi. Pengobatan akan tergantung pada penyebabnya. Seorang dokter dapat merekomendasikan hal berikut:

  • operasi
  • obat-obatan
  • alat pacu jantung

mengganti obat yang mungkin menyebabkan palpitasi.

Perawatan tambahan

Dalam banyak kasus jantung berdebar, tidak diperlukan pengobatan. Namun, ada baiknya ketika Anda mengalami palpitasi harus menghindari aktivitas, makanan, serta hal lainnya yang sebagai pemicu.

Coba untuk tahu dengan menulis apa yang menjadi penyebab Anda mengalami palpitasi. Menyimpan catatan juga dapat berguna jika Anda mengalami lebih banyak palpitasi dari waktu ke waktu. Anda bisa memberi informasi pada dokter ketika pertemuan mendatang.

Apabila dokter mengidentifikasi dari masalah penyebab jantung berdebar Anda, maka dokter akan merekomendasi Anda untuk dilakukan perawatan. Seperti, ketika melakukan tes diagnostik ditemukan bahwa Anda mempunyai penyakit jantung, maka dokter akan melakukan tindakan pada perawatan pada area itu. Pilihan untuk pengobatan penyakit jantung ada beberapa pilihan misalnya dengan obat-obatan, operasi, dan alat pacu jantung.

Buah untuk Diabetes yang Aman Dikonsumsi

Buah untuk Diabetes yang Aman Dikonsumsi

Diabetes adalah penyakit  yang ditandai dengan adanya peningkatan kadar gula darah yang berlebihan. Adapun diabetes dibagi menjadi dua jenis, yaitu tipe 1 dan tipe 2. Selain rutin konsumsi obat dan berolahraga, penderita diabetes tetap dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya melalui buah-buahan. Buah untuk diabetes dipercaya dapat memberikan asupan nutrisi seimbang bagi penderita.

Sekilas tentang diabetes

Diabetes menyebabkan terjadinya gangguan dalam tubuh, sehingga tubuh tidak mampu menggunakan glukosa secara maksimal dan menyebabkan penumpukan dalam darah. Pada diabetes tipe 1, bagian tubuh yang diserang menyebabkan hancurnya sel penghasil insulin. Akibatnya, tubuh tidak dapat memproduksi sel insulin, sehingga gula yang seharusnya dapat diubah menjadi energi tidak dapat diolah dan mengakibatkan penumpukan dalam darah. Sedangkan pada diabetes tipe 2, tubuh masih sanggup menghasilkan insulin secara normal namun tidak bisa menggunakannya. Kondisi tersebut kerap disebut resistensi insulin. 

Adanya himbauan untuk mengurangi konsumsi rasa manis menyebabkan penderita diabetes selektif dalam memilih makanan dan minuman. Hal tersebut diupayakan agar tubuh tetap terjaga asupan nutrisinya dengan seimbang. Tak terkecuali bagi  buah-buahan. Penderita diabetes masih diperbolehkan untuk buah-buahan tertentu. Lantas, buah apa saja yang aman untuk dikonsumsi penderita diabetes?

Buah untuk Diabetes

Terdapat beberapa jenis buah yang aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Kandungan dari buah-buahan ini dapat menurunkan dan mencegah adanya peningkatan gula dalam darah. Adanya kandungan serat yang terdapat dalam buah baik untuk memperlambat penyerapan nutrisi yang menyebabkan gula darah naik. Berikut jeni buah untuk diabetes yang aman dikonsumsi:

Pepaya

Rasa manis dalam pepaya ternyata memiliki kandungan gula dan indeks glikemik rendah sehingga baik untuk pasien diabetes. Buah pepaya juga berfungsi mengurangi risiko gangguan jantung dan melindungi hati. Sebagai referensi, buah pepaya dapat disajikan dalam keadaan dingin dengan cara disimpan dalam kulkas dan dipotong ukuran kecil. Menyimpan pepaya di ruangan pendingin meningkatkan kesegaran dan cocok dikonsumsi saat musim kemarau.

Beri

Kelompok buah beri direkomendasikan untuk penderita diabetes karena mengandung antioksidan tinggi yang dapat mengurangi stres. Kandungan serat dalam buah beri turut  mencegah terjadinya kenaikan kadar gula dalam darah. Buah beri juga mengandung vitamin dan mineral esensial untuk  menunjang kesehatan tubuh.

Apel

Menurut American Diabetes Association (ADA), meskipun apel mengandung gula dan karbohidrat, apel tergolong buah yang aman dikonsumsi penderita diabetes. Nmaun, penderita diabetes tetap harus waspada saat mengonsumsi apel, mengingat setiap tubuh memiliki toleransi makanan yang berbeda-beda. Nilai indeks glikemik apel sekitar 36 dan tergolong rendah. Mengonsumsi apel kemungkinan besar tidak berisiko besar terhadap peningkatan kadar gula  darah. 

Kiwi

Kiwi merupakan buah yang memiliki sumber kalium, serat dan vitamin C yang baik untuk tubuh. Kiwi menjadi salah satu buah yang wajib dikonsumsi bagi penderita diabetes karena kombinasi kandungan air, serat serta indeks glikemik yang dimiliki oleh buah kiwi sebesar 48,5, tergolong rendah risikonya. Adanya serat larut yang terkandung didalamnya akan membantu penyerapan gula menjadi lebih lambat dan menjaga kestabilan kadar gula dalam darah.

Alpukat

Buah untuk diabetes selanjutnya adalah alpukat. Kandungan lemak jenuh dalam alpukat baik untuk mengendalikan kadar gula dalam darah. Untuk penyajiannya, alpukat bisa, diolah menjadi salad atau dipotong-potong untuk langsung dimakan.

Itulah contoh buah untuk diabetes yang aman dikonsumsi penderita diabetes. Mengonsumsi buah yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi dapat meningkatkan metabolisme tubuh.