Category: Uncategorized

Rekomendasi Biskuit Bayi 6 Bulan Terbaik dan Lezat

biskuit bayi 6 bulan

Anak sudah mulai tumbuh gigi? Artinya, ini saat yang tepat untuk Anda memberikan biskuit bayi 6 bulan. Pemberian biskuit yang keras dan mudah hancur, sangat membantu si kecil mempercepat pertumbuhan giginya. Camilan ini juga membantu mengurangi rasa nyeri dan tidak nyaman pada gusinya. Buat Anda yang masih bingung mencari biskuit bayi 6 bulan terbaik dan lezat untuk buah hati, berikut rekomendasinya. 

1. Milna biskuit bayi 6 bulan

Milna biskuit bayi adalah salah satu varian biskuit Milna yang dilengkapi dengan formula G3 yang dapat menstimulasi pertumbuhan gigi, gampang larut di air atau susu, dan mengandung gizi lengkap yang seimbang. Finger Biskuit Milna memiliki keunggulan sebagai berikut:

– Membantu menstimulasi gigi.

– Mudah larut.

– Gizi lengkap.

– AA & DHA, berfungsi untuk perkembangan otak dan retina mata

– Prebiotik FOS, berfungsi untuk kesehatan saluran pencernaan.

– Kalsium susu dan Vit D berfungsi untuk pembentukan dan mempertahankan kepadatan tulang dan gigi.

– Vit C & E berfungsi untuk pembentukan dan pemeliharaan jaringan kolagen.

– Menyimpan 11 Vitamin dan 5 mineral.

Cara penyajian:

– Masukkan dua keping finger biskuit Milna bayi ke dalam mangkuk bersih.

– Tambahkan susu bayi/air matang hangat secukupnya.

– Aduk hingga menjadi bubur dan siap disajikan.

– Anda juga bisa memberikannya secara langsung, supaya anak bisa belajar mengunyah dalam tekstur yang lebih padat, untuk merangsang pertumbuhan giginya.

2. Promina Biskuit Marie 

Biskuit ini telah difortifikasi dengan tinggi zat besi, tinggi vitamin A, tinggi protein, tinggi kalsium, dan dilengkapi dengan minyak ikan. Sebagai makanan selingan dan finger food, Promina Biskuit Marie ini mampu menstimulasi:

– Kemampuan menggenggam (palmar grasp)

– Kemampuan menjimpit (pincer grasp)

– Kemampuan mengunyah dan menggigit

– Pertumbuhan gigi

Cara penyajian:

– Dapat dimakan langsung untuk perkembangan keterampilan makan dan bicara.

– Anda juga dapat mencampurkannya ke dalam susu dan dibuat seperti sereal atau bubur.

– Makanan selingan penting diberikan kepada bayi di antara jam makan pokok untuk mencukupi nutrisi tumbuh kembangnya.

3. SUN Biskuit Marie Susu 6+

Cemilan yang dibuat khusus untuk bayi. SUN Biskuit Marie Susu diformulasikan untuk dukung tumbuh kembang bayi 6 bulan ke atas. Biskuit bayi 6 bulan ini dapat membantu menstimulasi kemampuan menggenggam dan menjimpit. Selain itu, camilan ini mampu mengasah kemampuan menggigit dan mengunyah, serta dukung pertumbuhan gigi. 

Dengan tekstur pas dan rasa yang enak, mengandung protein, tinggi kalsium dan zat besi yang bantu penuhi kebutuhan gizi harian bayi. Biskuit ini memiliki kandungan gula yang lebih rendah dibandingkan biskuit marie biasa. Kandungan kalsium 3 keping biskuit setara dengan segelas susu.

4. Yummy Bites 

Yummy Bites rice crackers beras organik terbuat dari tiga varian rasa, original, wortel , ubi dan wortel. Baik dikonsumsi untuk si kecil yang berusia 6 bulan keatas. Biskuit bayi 6 bulan ini bebas alergi seperti jagung, susu, gandum, telur, kacang, ikan, kedelai, kerang, biji wijen. Yummy Bites sudah memiliki sertifikat organik dari USDA (Amerika), ECO (Eropa), Organik Indonesia dan halal. 

Terbuat dari bahan-bahan organik, tanpa pengawet maupun perasa buatan dan bebas gluten.Yummy Bites biskuit bayi 6 bulan ini terbuat dari:

– Original : Beras Organik, Gula Organik, Garam.

– Wortel  : Beras Organik, Gula Organik, Bubuk Wortel Organik, Garam.

– Ubi dan Wortel : Beras Organik, Gula Organik, Bubuk Wortel Organik, Bubuk Ubi Jalar Organik, Garam.

Fasidol Sirup dan Tips Mengatasi Demam Anak

Anda mungkin panik ketika suhu tubuh anak mencapai di atas 38 derajat Celsius. Pasalnya, itu menandakan anak Anda sedang demam. Pemberian obat seperti Fasidol Sirup biasanya akan segera dilakukan untuk membuat suhu tubuh lekas menurun. 

Sebenarnya, demam yang terjadi pada anak lumrah terjadi. Ini merupakan respons tubuh berperang melawan infeksi virus maupun bakteri. Selain pemberian obat anti demam, beberapa langkah lainnya perlu Anda lakukan supaya suhu tubuh anak bisa lekas kembali normal. 

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda ikuti untuk mengatasi demam anak. Pada kenyataannya, demam anak tidak perlu terlalu dikhawatirkan, namun harus juga diwaspadai. 

Kompres Air Hangat 

Memberi kompes air hangat di kepala anak bisa menjadi salah satu cara yang Anda tempuh untuk menurunkan suhu tubuh. Pastikan, kompres yang Anda gunakan tidak terlalu panas. Kompres akan membuat anak merasa lebih nyaman dan memicu keringat keluar sehingga berpengaruh pada suhu tubuh yang bisa turun lebih cepat. 

Berikan Pakaian Tipis 

Tidak perlu melapisi anak dengan berbagai pakaian tebal ketika ia sedang demam. Anda cukup memberikannya pakaian yang tipis dan menyerap keringat. Pakaian tebal hanya membuat anak kepanasan dan suhu tubuhnya justru bisa meningkat lagi. Sementara itu, pakaian tipis akan membuatnya nyaman dan sejuk. Bahan kain yang menyerap keringat juga sangat penting karena pada saat demam, anak akan lebih mudah berkeringat. Satu lagi, Anda tidak perlu menyelimuti anak Anda dengan selimut tebal karena akan membuatnya semakin tidak nyaman dan kepanasan. 

Turunkan Suhu Ruangan 

Suhu ruangan yang terlalu panas akan membuat demam anak sulit turun. Maka ketika anak demam, Anda bisa menurunkan suhu ruangan menjadi lebih dingin. Anda bisa menurunkan suhu ruangan dengan memakai air conditioner, kipas angin, atau bahkan dengan membuka jendela dan memastikan sirkulasi udara lebih baik. 

Perbanyak Minum Air 

Mengonsumsi banyak air bisa membuat air menjadi lebih mudah buang air. Semakin banyak ia buang air kecil, semakin cepat panas tubuhnya turun. Memberikan si keicl minum banyak air pada saat demam juga bisa meminimalkan komplikasi dehidrasi pada anak. Tidak melulu harus air putih, Anda juga bisa menawarkan air dalam bentuk jus ataupun minuman lain yang disukai anak. 

Berikan Parasetamol

Anda juga bisa menggunakan parasetamol untuk menurunkan demam si kecil. Tapi, pemberian parasetamol hanya bisa untuk anak yang sudah berusia di atas 3 bulan. Anda juga sebaiknya mengonsultasikan pemberian obat ini dengan dokter anak terlebih dahulu agar dosisnya tepat. Fasidol Sirup sendiri merupakan salah satu parasetamol dalam bentuk cair yang akan disukai si kecil sehingga meminimalkan drama saat memberikannya. 

Mandikan dengan Air Hangat 

Apakah anak boleh mandi saat demam? Tentu saja boleh. Tidak ada alasan untuk tidak memandikan si kecil. Membiarkan anak tidak mandi justru membuatnya tidak nyaman. Anda bisa memandikan si kecil dengan air hangat ketika demam. Justru dengan memandikannya memakai air hangat, panasnya bisa lebih cepat turun. 

Konsumsi Makanan Bergizi 

Demam merupakan bentuk perlawanan dan perang tubuh anak terhadap virus dan bakteri yang menyerangnya. Semakin imunitas anak kuat, semakin ia bisa melawan virus dan bakteri dengan cepat sehingga demamnya lekas menurun. Pemberian makanan bergizi dengan kandungan protein tinggi dapat membuat imunitas anak semakin membaik sehingga demamnya juga bisa lekas turun. 

*** 

Jika pemberian Fasidol Sirup dan berbagai tips di atas tidak kunjung menurunkan demam anak, jangan ragu untuk segera membawanya ke dokter. Penanganan medis yang lebih intens juga dibutuhkan jika demam anak tidak turun lebih dari tiga hari. 

7 Cara Mencegah Ruam Akibat Pampers Bayi

pampers bayi

Anak yang memakai pampers bayi akan lebih rentan mengalami ruam di area pemakaian pampers. Ruam tersebut biasanya ditandai dengan memerahnya warna kulit sampai dengan kulit bersisik. Tentu saja ini menyakitkan bagi si kecil karena terasa perih. Tidak jarang, bayi dengan ruam pamper bayi akan lebh rewel, khususnya saat pergantian popok. 

Risiko mengalami ruam untuk pemakaian pamper bayi memang cukup besar. Namun, tidak semua anak yang memakai pampers bayi akan mengalami ruam. Anda bisa melakukan sejumlah cara agar pemakaian popok sekali pakai tetap aman bagi kulit sang buah hati. 

Cara mencegah ruam popok pada bayi sebenarnya tidak sulit. Namun, Anda harus konsisten melakukannnya. Bagaimanapun, pemakaian pampers bayi bisa membuat Anda lebih simpel karena tidak perlu terus mengganti bajunya setiap kali dia buang air kecil. 

1. Cuci Tangan Sebelum dan Sesudah 

Ruam yang muncul pada area bokong, alat kelamin, ataupun paha bayi bukan hanya bisa berasal dari pampers bayi. Nyatanya, ruam tersebut juga bisa menyebar dari bakteri yang menyebar ke tangan Anda ketika sedang memakaikan popok sekali pakai pada si kecil. Untuk menghindari hal tersebut, sangat disarankan Anda mencuci tangan sebelum dan sesudah menggantikan popok sekali pakai kepada anak. 

2. Pampers Bayi Jangan Terlalu Kencang 

Anda mungkin berpikiran semakin kencang pemakaian pampers bayi akan semakin baik. Soalnya, popok sekali pakai yang kencang akan meminimalkan risiko kebocoran yang terjadi. Namun tahukah Anda, pemakaian pamper bayi yang terlalu kencang justru bisa membuat ruam di sekujur area kelamin, bokong, paha, sampai pinggang si kecil. Soalnya, pemakaian popok yang terlalu ketat membuat aliran udara ke daerah yang tertutup terhambat. Dan menciptakan lingkungan lembap yang pada akhirnya menimbulkan ruam. 

3. Sering Mengganti Pampers Bayi 

Mungkin saja si pamper bayi dirasa belum penuh karena anak Anda termasuk yang jarang buang air kecil. Namun, bukan berarti Anda tidak harus mengganti popoknya. Idealnya, pemakaian popok sekali pakai tidak lebih dari 4 jam. Sebelum itu, Anda harus menggantinya. Semakin sering Anda mengganti pampers bayi, risiko terjadinya ruam popok pun semakin bisa dihindari. 

4. Air Hangat untuk Membilas 

Anda mungkin terbiasa membersihkan area yang tertutupi pampers bayi ketika hendak menggantinya. Apa yang Anda gunakan untuk membersihkannya? Cara terbaik membersihkan area kelamin dan bokong adalah menggunakan air hangat. Cara ini cukup efektif untuk untuk mencegah munculnya ruam pada area yang tertutupi popok.

5. Tepuk untuk Mengeringkan 

Tentu saja ketika memakaikan pampers bayi, Anda mesti memastikan area kelamin dan bokong dalam keadaan kering supaya tidak menimbulkan ruam. Namun, ketika mengeringkannya, jangan terbiasa menggosoknya karena hanya akan mengiritasi kulit dan memicu ruam pula. Anda hanya perlu menepuk-nepuk kulit bayi dengan lembut menggunakna handuk yang lembut. 

6. Berikan Waktu Tanpa Popok 

Berikan pantat bayi Anda lebih banyak waktu tanpa popok. Setidaknya setiap kali hendak mengganti pampers bayi, Anda membiarkan bayi tanpa popok maupun celana sekitar 10—15 menit. Anda bisa menaruhnya pada handuk besar yang dibentangkan agar jika ia buang air kecil atau buang air besar tidak mengotori alas. Jika memungkinkan, biarkan bayi Anda pergi tanpa popok. Mengekspos kulit ke udara adalah cara alami dan lembut untuk membiarkannya kering. 

7. Penggunaan Salep Teratur 

Jangan berpikiran bahwa penggunaan salep hanya pas untuk kulit bayi yang sudah memiliki ruam. Kenyataannya, bayi yang terbiasa diberi salep secara teratur di area pemakaian pampers bayi, memiliki risiko terkena ruam popok lebih rendah. Anda bisa menggunakan salep yang terbuat dari petroleum jelly dan seng oksida untuk dioleskan sebagai penangkal ruam popok untuk si kecil. 

*** 

Mencegah ruam bukan berarti tidak memakai pampers bayi. Yang perlu Anda lakukan adalah memastikan pemakaian popok sudah tepat agar sirkulasi udara baik, area yang tertutupi kering, serta memakaikan salep sebagai langkah preventif. 

Reference

https://toko.sehatq.com/produk/mamamia-baby-diapers-pants-m60
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diaper-rash/symptoms-causes/syc-20371636
https://www.healthline.com/health/home-remedies-diaper-rash
https://www.arnoldpalmerhospital.com/content-hub/how-to-prevent-and-care-for-diaper-rash