Tag: kesehatan bayi

Penyebab dan Gejala dan Obat Ruam Popok Pada Bayi

obat ruam popok

Ruam popok adalah iritasi pada kulit bayi yang disebabkan oleh gesekan kulit dan popok bayi hingga menyebabkan munculnya kemerahan di bagian bokong dan sekitarnya. Beberapa ruam kadang terlihat bersisik di area genital dan menimbulkan rasa tidak nyaman seperti gatal dan perih.

Ruam popok atau diaper rash muncul di area yang hangat dan lembab. Umumnya, kondisi ini terjadi karena popok basah yang tidak segera diganti, kulit yang sensitif, atau lecet akibat faktor lain.

Ketika bayi mengalami diare, hal ini dapat memperburuk kondisi ruam popok seperti yang dilansir dari Healthline. Pergantian popok yang ideal yaitu tiga hingga empat jam. Perlu diingat bahwa sifat asam dari kotoran manusia memungkinkan bakteri dan ragi berkembang biak. Semua elemen ini dapat mengiritasi kulit.

Terkadang, popok yang terlalu ketat atau tidak pas akan menyebabkan lecet. Bahan kimia dari deterjen atau produk lain yang menyentuh kulit bayi, termasuk popok itu sendiri, dapat menyebabkan iritasi.

Masalah ini bisa diatasi dengan memberikan obat ruam popok yang dapat menyembuhkan rasa gatal dan perih yang muncul karena iritasi. Namun sebelum itu, mari kita ketahui dulu apa saja penyebab dari munculnya ruam popok pada bayi.

Penyebab ruam popok pada bayi

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan kondisi ini terjadi pada bayi Anda, beberapa diantaranya seperti:

Iritasi kulit karena paparan feses dan urine

Paparan urine dan feses dapat mengiritasi kulit bayi yang sensitif. Bayi akan lebih rentan terhadap ruam popok jika sedang diare, karena kotoran (feses) bisa lebih mengiritasi dibandingkan urine.

Maka dari itu, jangan biarkan urine atau feses didiamkan terlalu lama di dalam popok bayi karena sifat asam dari kotoran manusia memungkinkan munculnya bakteri yang dapat membuat kulit bayi terkena iritasi.

Gesekan atau lecet karena popok terlalu ketat

Memilih popok yang paling sesuai dengan ukuran akan sangat penting karena popok atau pakaian ketat dapat menyebabkan gesekan pada kulit, sehingga menimbulkan lecet yang akhirnya menjadi ruam

Infeksi bakteri atau jamur

Area yang tertutup popok, seperti bokong, paha dan alat kelamin, biasanya rentan terkena infeksi karena area tersebut menjadi lembab dan hangat. 

Kondisi ini menjadikannya sebagai area yang cocok untuk perkembangan bakteri atau jamur. Ruam dan bintik merah dapat muncul pada area yang memiliki lipatan kulit seperti di pangkal paha.

Kulit sensitif

Bayi dengan kondisi kulit seperti dermatitis atopik (radang kulit akibat alergi) akan lebih rentan terhadap ruam popok.

Penggunaan antibiotik

Antibiotik bekerja dengan cara membunuh bakteri yang ada dalam tubuh. Terkadang, selain membunuh bakteri jahat penyebab penyakit, antibiotik juga malah melawan bakteri baik yang menjaga pertumbuhan jamur dalam tubuh. 

Akibatnya, bayi rentan terhadap ruam popok karena infeksi jamur. Penggunaan antibiotik juga dapat memberikan efek samping berupa diare yang dapat membuat iritasi semakin menjadi.

Gejala ruam popok pada bayi

Secara umum, gejala yang akan terlihat ketika bayi mengalami masalah ruam popok adalah dengan timbulnya kemerahan di bagian kulit yang tertutup popok bayi seperti bagian bokong, paha, ataupun sekitar daerah kelamin.

Biasanya bayi akan menangis saat popoknya diganti, karena adanya rasa tidak nyaman yang disebabkan dari iritasi karena popok yang digunakan. Bayi dengan ruam popok seringkali rewel dan menangis ketika area popok dibilas atau disentuh.

Mengutip Healthline, kulit yang terkena ruam popok mungkin juga terasa hangat saat disentuh. Hubungi dokter jika ruam popok berwarna merah terang berlangsung lebih dari 48 jam atau disertai dengan bau urin yang kuat, yang dapat mengindikasikan dehidrasi.

Mengobati ruam popok pada bayi dapat dilakukan dengan memberikan obat ruam popok seperti Pure Baby Diaper Cream, yaitu pelembap yang berfungsi untuk meredakan ruam atau kemerahan pada kulit bayi akibat penggunaan popok. 

Pure Baby Diaper Cream mengandung zink oksida, minyak jarak, dan minyak bunga matahari. Zink oksida bekerja efektif untuk melindungi kulit dari kemerahan ringan, sedangkan minyak jarak akan menjaga kelembapan dan kelembutan kulit bayi.

Kemudian, minyak bunga matahari berperan penting untuk meregenerasi kulit agar bayi merasa nyaman dan terhindar dari iritasi. Krim ini aman digunakan setiap hari karena bebas alkohol atau alcohol free.

Untuk membeli obat ruam popok Pure Baby Diaper Cream, Anda bisa membelinya di toko SehatQ yang bisa ditemukan di website atau aplikasi SehatQ. Download aplikasinya melalui App Store / Play Store sekarang

7 Cara Mencegah Ruam Akibat Pampers Bayi

pampers bayi

Anak yang memakai pampers bayi akan lebih rentan mengalami ruam di area pemakaian pampers. Ruam tersebut biasanya ditandai dengan memerahnya warna kulit sampai dengan kulit bersisik. Tentu saja ini menyakitkan bagi si kecil karena terasa perih. Tidak jarang, bayi dengan ruam pamper bayi akan lebh rewel, khususnya saat pergantian popok. 

Risiko mengalami ruam untuk pemakaian pamper bayi memang cukup besar. Namun, tidak semua anak yang memakai pampers bayi akan mengalami ruam. Anda bisa melakukan sejumlah cara agar pemakaian popok sekali pakai tetap aman bagi kulit sang buah hati. 

Cara mencegah ruam popok pada bayi sebenarnya tidak sulit. Namun, Anda harus konsisten melakukannnya. Bagaimanapun, pemakaian pampers bayi bisa membuat Anda lebih simpel karena tidak perlu terus mengganti bajunya setiap kali dia buang air kecil. 

1. Cuci Tangan Sebelum dan Sesudah 

Ruam yang muncul pada area bokong, alat kelamin, ataupun paha bayi bukan hanya bisa berasal dari pampers bayi. Nyatanya, ruam tersebut juga bisa menyebar dari bakteri yang menyebar ke tangan Anda ketika sedang memakaikan popok sekali pakai pada si kecil. Untuk menghindari hal tersebut, sangat disarankan Anda mencuci tangan sebelum dan sesudah menggantikan popok sekali pakai kepada anak. 

2. Pampers Bayi Jangan Terlalu Kencang 

Anda mungkin berpikiran semakin kencang pemakaian pampers bayi akan semakin baik. Soalnya, popok sekali pakai yang kencang akan meminimalkan risiko kebocoran yang terjadi. Namun tahukah Anda, pemakaian pamper bayi yang terlalu kencang justru bisa membuat ruam di sekujur area kelamin, bokong, paha, sampai pinggang si kecil. Soalnya, pemakaian popok yang terlalu ketat membuat aliran udara ke daerah yang tertutup terhambat. Dan menciptakan lingkungan lembap yang pada akhirnya menimbulkan ruam. 

3. Sering Mengganti Pampers Bayi 

Mungkin saja si pamper bayi dirasa belum penuh karena anak Anda termasuk yang jarang buang air kecil. Namun, bukan berarti Anda tidak harus mengganti popoknya. Idealnya, pemakaian popok sekali pakai tidak lebih dari 4 jam. Sebelum itu, Anda harus menggantinya. Semakin sering Anda mengganti pampers bayi, risiko terjadinya ruam popok pun semakin bisa dihindari. 

4. Air Hangat untuk Membilas 

Anda mungkin terbiasa membersihkan area yang tertutupi pampers bayi ketika hendak menggantinya. Apa yang Anda gunakan untuk membersihkannya? Cara terbaik membersihkan area kelamin dan bokong adalah menggunakan air hangat. Cara ini cukup efektif untuk untuk mencegah munculnya ruam pada area yang tertutupi popok.

5. Tepuk untuk Mengeringkan 

Tentu saja ketika memakaikan pampers bayi, Anda mesti memastikan area kelamin dan bokong dalam keadaan kering supaya tidak menimbulkan ruam. Namun, ketika mengeringkannya, jangan terbiasa menggosoknya karena hanya akan mengiritasi kulit dan memicu ruam pula. Anda hanya perlu menepuk-nepuk kulit bayi dengan lembut menggunakna handuk yang lembut. 

6. Berikan Waktu Tanpa Popok 

Berikan pantat bayi Anda lebih banyak waktu tanpa popok. Setidaknya setiap kali hendak mengganti pampers bayi, Anda membiarkan bayi tanpa popok maupun celana sekitar 10—15 menit. Anda bisa menaruhnya pada handuk besar yang dibentangkan agar jika ia buang air kecil atau buang air besar tidak mengotori alas. Jika memungkinkan, biarkan bayi Anda pergi tanpa popok. Mengekspos kulit ke udara adalah cara alami dan lembut untuk membiarkannya kering. 

7. Penggunaan Salep Teratur 

Jangan berpikiran bahwa penggunaan salep hanya pas untuk kulit bayi yang sudah memiliki ruam. Kenyataannya, bayi yang terbiasa diberi salep secara teratur di area pemakaian pampers bayi, memiliki risiko terkena ruam popok lebih rendah. Anda bisa menggunakan salep yang terbuat dari petroleum jelly dan seng oksida untuk dioleskan sebagai penangkal ruam popok untuk si kecil. 

*** 

Mencegah ruam bukan berarti tidak memakai pampers bayi. Yang perlu Anda lakukan adalah memastikan pemakaian popok sudah tepat agar sirkulasi udara baik, area yang tertutupi kering, serta memakaikan salep sebagai langkah preventif. 

Reference

https://toko.sehatq.com/produk/mamamia-baby-diapers-pants-m60
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diaper-rash/symptoms-causes/syc-20371636
https://www.healthline.com/health/home-remedies-diaper-rash
https://www.arnoldpalmerhospital.com/content-hub/how-to-prevent-and-care-for-diaper-rash