Tag: vitamin

Apa Saja Manfaat dan Efek Samping Prohelic?

supelemen Prohelic

Selama masa kehamilan dan menyusui, ibu membutuhkan asupan vitamin dan mineral yang lebih banyak. Namun, makanan bergizi saja belum tentu bisa memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral ibu karena nutrisi tersebut harus dibagi dengan janin yang ada di dalam kandungan maupun bayi yang masih menyusui. Karena itu, ibu butuh asupan gizi lain. Salah satunya berasal dari suplemen yang kaya akan kandungan vitamin dan mineral, contohnya suplemen Prohelic ini. 

Prohelic adalah suplemen yang mengandung nutrisi penting, seperti vitamin, mineral, dan asam lemak yang dibutuhkan ibu hamil dan menyusui. Lebih jauh, suplemen yang diproduksi oleh Promedrahardjo ini mengandung zat besi 30 mg, asam folat 0,8 mg, vitamin B1 6 mg, vitamin B6 5 mg, vitamin B12 0,025 mg, niasinamida 30 mg, DHA 200 mg, minyak ikan 10%, dan EPA 50% dalam setiap kapsulnya. 

Manfaat Prohelic

Adapun manfaat dari suplemen ini adalah sebagai berikut :

  1. Menjaga Kesehatan Ibu Hamil dan Menyusui

Selama masa kehamilan dan menyusui, rasa lelah akibat perubahan waktu tidur dan pola makanan mungkin sering dialami ibu hamil dan menyusui. Hal ini menyebabkan ibu rentan terserang penyakit tertentu. 

Untuk menjaga kesehatan selama masa kehamilan maupun menyusui, ibu dapat mengonsumsi suplemen ini. 

  1. Memberikan Nutrisi Untuk Tumbuh Kembang Janin 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa ibu hamil membutuhkan nutrisi lebih banyak karena nutrisi tersebut akan dibagi dengan janin dalam kandungan. Apabila nutrisi tidak tercukupi dapat mengganggu tumbuh kembang janin. 

Dengan berbagai kandungan vitamin, mineral, dan asam lemaknya, Prohelic dapat membantu ibu hamil dalam memenuhi kebutuhan nutrisi sehari-hari sekaligus membantu tumbuh kembang janin dengan optimal. 

  1. Mencegah Terjadinya Anemia

Zat besi berperan dalam meningkatkan produksi sel darah dalam tubuh serta melancarkan peredaran oksigen di seluruh tubuh.

Pada ibu hamil, oksigen ini kemudian akan diteruskan pada janin dalam kandungan. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan ibu hamil rentan mengalami anemia dan meningkatkan risiko bayi lahir dalam keadaan prematur. Dalam kondisi yang lebih serius, kondisi ini dapat menyebabkan kematian pada bayi.  Oleh karena itu, ibu hamil membutuhkan zat besi dua kali lebih banyak. 

Dengan mengonsumsi Prohelic yang kaya akan zat besi ini dapat memenuhi kebutuhan ibu hamil akan zat besi dan mencegah terjadinya anemia. 

Efek Samping Prohelic

Prohelic cenderung aman apabila dikonsumsi sesuai aturan pakai yang tertera pada kemasan atau mengikuti anjuran dokter. Namun, kemungkinan munculnya efek samping tetap ada yang disebabkan alergi terhadap salah satu kandungan dalam Prohelic.

Umumnya, suplemen ini menimbulkan efek samping, seperti feses berwarna hitam, diare, sakit perut, mual, muntah, dan reaksi alergi lainnya. 

Jika muncul reaksi alergi atau efek samping tidak kunjung mereda dan semakin bertambah parah , segera hentikan pemakaian suplemen ini dan konsultasikan pada dokter. 

Hal penting lain yang harus diperhatikan, yaitu suplemen ini tidak dapat digunakan pada pasien yang sedang menerima transfusi darah berulang dan penderita anemia yang bukan disebabkan kekurangan zat besi. 

Dosis dan Aturan Pemakaian 

Prohelic dapat dikonsumsi setelah makan sebanyak 1 kapsul per harinya dan simpanlah suplemen ini pada suhu ruang, kering, dan terlindung dari sinar matahari. 

Harga 

Dikemas dalam bentuk box, Prohelic dengan harga sekitar Rp 200.000 untuk isi 3 strip/ box dan Rp 60.000 untuk isi 1 strip. Setiap 1 strip Prohelic tersedia 10 kapsul yang dapat dikonsumsi 1 kapsul setiap harinya. 

Buah untuk Diabetes yang Aman Dikonsumsi

Buah untuk Diabetes yang Aman Dikonsumsi

Diabetes adalah penyakit  yang ditandai dengan adanya peningkatan kadar gula darah yang berlebihan. Adapun diabetes dibagi menjadi dua jenis, yaitu tipe 1 dan tipe 2. Selain rutin konsumsi obat dan berolahraga, penderita diabetes tetap dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya melalui buah-buahan. Buah untuk diabetes dipercaya dapat memberikan asupan nutrisi seimbang bagi penderita.

Sekilas tentang diabetes

Diabetes menyebabkan terjadinya gangguan dalam tubuh, sehingga tubuh tidak mampu menggunakan glukosa secara maksimal dan menyebabkan penumpukan dalam darah. Pada diabetes tipe 1, bagian tubuh yang diserang menyebabkan hancurnya sel penghasil insulin. Akibatnya, tubuh tidak dapat memproduksi sel insulin, sehingga gula yang seharusnya dapat diubah menjadi energi tidak dapat diolah dan mengakibatkan penumpukan dalam darah. Sedangkan pada diabetes tipe 2, tubuh masih sanggup menghasilkan insulin secara normal namun tidak bisa menggunakannya. Kondisi tersebut kerap disebut resistensi insulin. 

Adanya himbauan untuk mengurangi konsumsi rasa manis menyebabkan penderita diabetes selektif dalam memilih makanan dan minuman. Hal tersebut diupayakan agar tubuh tetap terjaga asupan nutrisinya dengan seimbang. Tak terkecuali bagi  buah-buahan. Penderita diabetes masih diperbolehkan untuk buah-buahan tertentu. Lantas, buah apa saja yang aman untuk dikonsumsi penderita diabetes?

Buah untuk Diabetes

Terdapat beberapa jenis buah yang aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Kandungan dari buah-buahan ini dapat menurunkan dan mencegah adanya peningkatan gula dalam darah. Adanya kandungan serat yang terdapat dalam buah baik untuk memperlambat penyerapan nutrisi yang menyebabkan gula darah naik. Berikut jeni buah untuk diabetes yang aman dikonsumsi:

Pepaya

Rasa manis dalam pepaya ternyata memiliki kandungan gula dan indeks glikemik rendah sehingga baik untuk pasien diabetes. Buah pepaya juga berfungsi mengurangi risiko gangguan jantung dan melindungi hati. Sebagai referensi, buah pepaya dapat disajikan dalam keadaan dingin dengan cara disimpan dalam kulkas dan dipotong ukuran kecil. Menyimpan pepaya di ruangan pendingin meningkatkan kesegaran dan cocok dikonsumsi saat musim kemarau.

Beri

Kelompok buah beri direkomendasikan untuk penderita diabetes karena mengandung antioksidan tinggi yang dapat mengurangi stres. Kandungan serat dalam buah beri turut  mencegah terjadinya kenaikan kadar gula dalam darah. Buah beri juga mengandung vitamin dan mineral esensial untuk  menunjang kesehatan tubuh.

Apel

Menurut American Diabetes Association (ADA), meskipun apel mengandung gula dan karbohidrat, apel tergolong buah yang aman dikonsumsi penderita diabetes. Nmaun, penderita diabetes tetap harus waspada saat mengonsumsi apel, mengingat setiap tubuh memiliki toleransi makanan yang berbeda-beda. Nilai indeks glikemik apel sekitar 36 dan tergolong rendah. Mengonsumsi apel kemungkinan besar tidak berisiko besar terhadap peningkatan kadar gula  darah. 

Kiwi

Kiwi merupakan buah yang memiliki sumber kalium, serat dan vitamin C yang baik untuk tubuh. Kiwi menjadi salah satu buah yang wajib dikonsumsi bagi penderita diabetes karena kombinasi kandungan air, serat serta indeks glikemik yang dimiliki oleh buah kiwi sebesar 48,5, tergolong rendah risikonya. Adanya serat larut yang terkandung didalamnya akan membantu penyerapan gula menjadi lebih lambat dan menjaga kestabilan kadar gula dalam darah.

Alpukat

Buah untuk diabetes selanjutnya adalah alpukat. Kandungan lemak jenuh dalam alpukat baik untuk mengendalikan kadar gula dalam darah. Untuk penyajiannya, alpukat bisa, diolah menjadi salad atau dipotong-potong untuk langsung dimakan.

Itulah contoh buah untuk diabetes yang aman dikonsumsi penderita diabetes. Mengonsumsi buah yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi dapat meningkatkan metabolisme tubuh.